Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.)
Mari kita lebih kenal dengan tanaman pandan wangi!
Klasifikasi dari tanaman pandan wangi
Sumber: POWO
A. Morfologi Tanaman Pandan Wangi
Pandan wangi memiliki sistem perakaran serabut yang tumbuh dari pangkal batang untuk menyerap air dan menopang tanaman, batang basah berbentuk silindris yang tumbuh tegak dan menjadi tempat melekatnya daun, serta daun tunggal berbentuk pita memanjang dengan ujung meruncing, pertulangan sejajar, permukaan licin, tersusun tersebar, dan bertekstur agak kaku serta tebal.
B. Manfaat Tanaman Pandan Wangi
Daun pandan wangi tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan
penambah aroma dalam bidang kuliner, tetapi juga digunakan dalam industri
parfum. Selain itu, secara tradisional tanaman ini dimanfaatkan untuk
kesehatan, antara lain sebagai diuretik, penunjang fungsi jantung, serta membantu mengontrol kadar gula darah. Potensi pandan wangi
sebagai agen antidiabetes menjadikannya salah satu alternatif bahan herbal yang
dapat dimanfaatkan dalam pengobatan diabetes (Norainny, 2018).
C. Persebaran Tanaman Pandan Wangi
Tanaman Pandan Wangi pertama kali ditemukan di Maluku, Indonesia.
Sumber:
Dia, U. N., Dewi, R., &
Trimin, K. (2023). Karakteristik morfologi jenis-jenis tanaman obat di Kelurahan
Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih. Jurnal Indobiosains,
5(2), 56–65.
Gusti, M. A. N., I, Y. S. A. D., & Ida, D. L. A.
(2015). Keragaan usahatani pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.)
di Subak Tegenungan Desa Kemenuh Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar. Jurnal
Agribisnis Dan Agrowisata, 4(1), 1–9.
Norainny, Y. (2018). Pemanfaatan daun pandan wangi, jahe,
dan biji kapulaga sebagai minuman teh untuk obat herbal antidiabetes. Journal
of Scientech Research, 3(2), 197–203.
Powo. (2026). Pandanus amaryllifolius Roxb. Plants
of the World Online.
https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:670690-1

.png)
.png)

No comments:
Post a Comment