Tanaman Peace Lily


 Peace Lily (Spathiphyllum wallisii Regel)

Gambar 1. Tanaman Peace Lily
Sumber: Data Primer


Spathiphyllum wallisii Regel atau peace lily merupakan tanaman hias yang memiliki daya tarik utama pada bunganya yang elegan serta tampilan daunnya yang hijau mengilap, sehingga banyak dimanfaatkan sebagai elemen dekoratif dalam ruangan (Ade, 2023). Tanaman ini tidak hanya memiliki nilai estetika tinggi ketika ditanam dalam pot, tetapi juga berperan dalam membantu menyerap polutan udara sehingga memberikan manfaat bagi kualitas lingkungan dalam ruangan (Salma, 2022). Secara taksonomi, tanaman ini termasuk ke dalam famili Araceae. Spesies ini pertama kali ditemukan dan dilaporkan keberadaannya di beberapa wilayah tropis, salah satunya Belize dan Indonesia. Di Indonesia, tanaman ini umumnya ditemukan di dalam rumah, perkantoran, hotel, pusat perbelanjaan, serta dibudidayakan di taman dan pekarangan sebagai tanaman hias indoor maupun semi outdoor.


Mari kita lebih kenal dengan Tanaman Peace Lily!


Klasifikasi dari Tanaman Peace Lily



Sumber: POWO



A. Morfologi Tanaman Peace Lily



Gambar 2. Tanaman Peace Lily
Sumber: Data Primer


Spathiphyllum wallisii Regel memiliki sistem perakaran serabut sepanjang sekitar 5–10 cm berwarna putih kecokelatan yang efektif menyerap unsur hara meskipun ditanam dalam pot, batang relatif pendek dan sebagian berada di dalam tanah dengan bentuk lonjong berwarna putih, daun hijau tua berbentuk lonjong hingga lanset sepanjang ±30 cm yang bertekstur agak tebal dan mengilap, serta bunga putih berbentuk spathe yang harum dan ditopang tangkai hijau dengan spadix di bagian tengah sebagai tempat organ reproduksi.


B. Manfaat Tanaman Peace Lily

Spathiphyllum wallisii Regel atau yang dikenal sebagai peace lily merupakan tanaman hias yang memiliki nilai keindahan pada bunganya. Tanaman ini terlihat anggun ketika ditanam dalam pot dan ditempatkan di dalam ruangan sebagai elemen dekoratif. Selain berfungsi memperindah interior, spatifilum juga bermanfaat dalam menyerap polutan atau zat beracun di udara dalam ruangan. Oleh karena itu, tanaman ini berpotensi untuk terus dikembangkan karena tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga memberikan manfaat bagi kualitas lingkungan. 


C. Persebaran Tanaman Peace Lily

Tanaman Peace Lily pertama kali ditemukan di Belize, Kepulauan Bismarck, Brasil, Kepulauan Caroline, Amerika Tengah, Kolombia, Prancis, Guatemala, Guyana, Honduras, Meksiko, Nikaragua, Panama, Peru, Filipina, Suriname, Venezuela, IndonesiaAdapun persebaran di wilayah Indonesia yaitu di pulau Maluku, Sulawesi.


Gambar 3. Peta Persebaran
Sumber: POWO




Sumber:

Ade, A. N. (2023). Pembungaan tanaman spatifilum (Spathiphyllum wallisii Regel) akibat pengaruh residu pemberian benziladenin (ba) pada periode kedua. Tersedia di Universitas Lampung.

Powo. (2026). Spathiphyllum wallisii Regel. Plants of the World Online. https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:89011-1

Salma, W., Rugayah, Septi, A. N., & Agus, K. (2024). Pertumbuhan spatifilum (Spathiphyllum wallisii) akibat perbedaan dosis pupuk npk dan pemberian paklobutrazol. Jurnal Agrotek Tropika, 12(2), 477–486.






No comments:

Post a Comment