Sirih Merah (Piper ornatum N.E.Br.)
Piper ornatum N.E.Br atau sirih merah merupakan tanaman merambat yang memiliki daun berwarna hijau kemerahan dengan corak mencolok sehingga dikenal sebagai salah satu tanaman bernilai estetika dan berkhasiat dalam pengobatan tradisional. Tanaman ini telah lama dimanfaatkan secara turun-temurun oleh masyarakat sebagai bahan alami untuk membantu mengatasi berbagai gangguan kesehatan, sehingga memiliki nilai etnobotani yang kuat (Eka & Disa, 2019). Secara taksonomi, sirih merah termasuk ke dalam famili Piperaceae. Tanaman ini pertama kali ditemukan dan tercatat keberadaannya di Indonesia sebelum kemudian dikenal dan tersebar ke berbagai wilayah lainnya. Di Indonesia, sirih merah umumnya ditemukan di pekarangan rumah, kebun, lingkungan yang teduh dan lembap, serta dibudidayakan sebagai tanaman obat dan tanaman hias.
Mari kita lebih kenal dengan tanaman sirih merah!
Klasifikasi dari tanaman sirih merah
Sumber: POWO
A. Morfologi Tanaman Sirih Merah
Sirih merah memiliki sistem perakaran tunggang berbentuk bulat memanjang berwarna cokelat kekuningan yang berfungsi menopang tanaman dan menyerap air serta unsur hara, batang silindris berwarna hijau keunguan yang tumbuh merambat dengan sulur sebagai alat melekat serta beruas-ruas dengan jarak antar buku sekitar 5–10 cm tempat tumbuhnya daun, dan daun tunggal bertangkai berbentuk jantung dengan ujung meruncing, tepi rata, permukaan licin mengilap tanpa bulu, bertekstur agak berlendir, berwarna hijau bercorak putih keabu-abuan di bagian atas serta merah keunguan di bagian bawah sebagai ciri khasnya.
B. Manfaat Tanaman Sirih Merah
Sirih merah banyak dimanfaatkan untuk secara tradisional
untuk berbagai macam penyakit seperti hipertensi, radang liver, radang prostat,
radang mata, keputihan, maag, kanker payudara, nyeri sendi, penurun dan
pengontrol kadar gula darah, kosmetika, obat gangguan jantung, TBC tulang,
keputihan akut, tumor payudara, dan antiseptik. Sirih merah dijadikan juga
sebagai obat kumur dapat membantu mencegah pembentukan plak gigi dan radang
gusi, obat batuk ekspektoran.
C. Persebaran Tanaman Sirih Merah
Tanaman Sirih Merah pertama kali ditemukan di Sulawesi, Indonesia.
Sumber:
Eka, K. W., & Disa, A.
(2019). Karakterisasi ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) sebagai
obat antidiabetes menuju obat herbal terstandar. Jurnal Kesehatan Kusuma
Husada, 0017(0), 71–76.
I, L. E. N. (2020). Daun sirih merah manfaat untuk
kesehatan (G. N. Chrimis & G. Ermi (eds.)). UNPRI PRESS.
Nadia, U. (2022). Efektivitas ekstrak daun sirih merah
(Piper ornatum N.E.Ba.) TERHADAP Colletotrichum capsici (Syd.) E.J.
Butler & Bisby SECARA IN VITRO. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif
Kasim Riau.
Powo. (2026). Piper ornatum N.E.Br. Plants of the
World Online.
https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:682494-1

.png)
.png)

No comments:
Post a Comment