Kencana Ungu (Ruellia simplex C. Whright)
Ruellia simplex C. Whright atau kencana ungu merupakan tanaman hias berbunga yang memiliki ciri khas bunga berbentuk corong menyerupai terompet dengan warna ungu muda hingga ungu tua, sehingga sering dimanfaatkan sebagai tanaman pembatas, penghias taman, maupun penutup tanah yang tampak seperti hamparan rumput berbunga (Akhmad, 2018). Secara taksonomi, tanaman ini termasuk ke dalam famili Acanthaceae. Meskipun berasal dari beberapa negara di Amerika Selatan, salah satunya Argentina, kencana ungu kini telah banyak ditemukan dan dibudidayakan di berbagai wilayah Indonesia karena mampu tumbuh baik pada tanah yang subur dengan kelembapan cukup (Tengku et al., 2024). Di Indonesia, tanaman ini umumnya ditemukan di taman, pekarangan rumah, tepi jalan, area sekolah, serta ruang terbuka hijau sebagai tanaman hias lanskap.
Mari kita lebih kenal dengan Tanaman Kencana Ungu!
Klasifikasi dari Tanaman Kencana Ungu
Sumber: POWO
A. Morfologi Tanaman Kencana Ungu
Ruellia simplex C. Whright memiliki sistem perakaran serabut berwarna putih hingga kecokelatan yang menyebar dan menopang tanaman, batang herba bercabang dengan pangkal agak mengeras, berpenampang segi empat, beralur, licin, berwarna hijau keunguan serta mampu menumbuhkan akar adventif pada buku batang, daun tunggal berhadapan berbentuk lonjong hingga lanset dengan tulang menyirip, ujung runcing, permukaan atas hijau tua dan bawah lebih terang dengan tangkai sangat pendek, serta bunga berbentuk terompet berwarna ungu hingga putih yang tumbuh aksilar dengan mahkota berlekatan, benang sari berjumlah empat, dan satu putik menonjol keluar dari tabung mahkota.
B. Manfaat Tanaman Kencana Ungu
Tanaman Kencana Ungu dapat berperan sebagai tanaman hias bagi pekarangan rumah karena memiliki nilai keindahan sehingga mampu memberikan kenyamanan bagi setiap mata yang memandang.
C. Persebaran Tanaman Kencana Ungu
Tanaman Kencana Ungu pertama kali ditemukan di Argentina Timur Laut, Argentina Barat Laut, Bolivia, Brazil Timur laut, Brazil Selatan, Brazil Tenggara, Brazil Barat-Tengah, Kepulauan Cayman, Kosta Rika, Kuba, Republik Dominika, Ekuador, Guatemala, Haiti, Honduras, Jamaika, Kepulauan Leeward, Meksiko Tengah, Teluk Meksiko, Meksiko Timur Laut, Meksiko Barat Laut, Meksiko Tenggara, Meksiko Barat Daya, Panama, Paraguay, Peru, Puerto Riko, Trinidad-Tobago, Uruguay, Kepulauan Windward.
Akhmad, I. Y. (2018). Pengaruh
pemangkasan dan pupuk npk terhadap pembungaan tanaman ruellia ungu (Ruellia
simplex C. Wright.). Tersedia di Universitas Brawijaya.
Daeli, M. (2022). Pemanfaatan tanaman kencana ungu (Ruellia
simplex C. Wright.) sebagai obat herbal di Desa Eho Hilisimaetano. Jurnal
Ilmiah Mahasiswa Keguruan, 1(2), 193–203.
Indonesia, S. (2026). Ruellia simplex C. Whright.
Socfindo Conservation.
Powo. (2026). Ruellia simplex C.Wright. Plants of
the World Online.
https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:54585-1
Tengku, A. H. M., Sitawati, & Dewi, D. R. R. (2024).
Pengaruh Naungan dan Konsentrasi Paklobutrazol Terhadap Pertumbuhan dan
Pembungaan Kencana Ungu (Ruellia simplex C. Wright). Prosiding
Seminar Nasional PERHORTI, September, 17–18.

.png)
.png)

No comments:
Post a Comment